Bersama Kita Pahami, Cegah, Obati, dan Lawan Diabetes

Diabetes bukanlah penyakit yang asing di telinga kita semua. Kita sangat akrab dengan kata diabetes dan media massa sering menyebut penyakit yang satu ini, entah dalam berita maupun iklan yang dipublikasikan. Sayang, diabetes hanya dikenal saja dalam dunia kesehatan, tetapi belum dipahami dan disikapi dengan bijak. Buktinya, masih banyak orang yang harus meregang nyawa karena mengidap diabetes.

Fakta mengenai diabetes di Indonesia dan di dunia

  • Sejumlah 108 juta orang mengidap penyakit diabetes di seluruh dunia pada tahun 1980-an (menurut WHO), meningkat menjadi 350 juta orang pada tahun 2004, meningkat lagi menjadi 415 juta orang pada tahun 2015 (menurut WHO), dan IDF Atlas memperkirakan kenaikan lagi menjadi 642 juta orang pada tahun 2040,
  • sekitar 3,4 juta orang meninggal pada tahun 2004 karena kadar gula yang tinggi,
  • lebih dari 80 persen kematian akibat diabetes mellitus terjadi pada negara dengan penghasilan menengah ke bawah,
  • tiga negara di dunia dengan pengidap diabetes terbanyak pada tahun 2015 ditempati oleh Tiongkok, India, dan Amerika Serikat, di mana ketiganya juga merupakan tiga negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia,
  • WHO memperkirakan kematian akibat diabetes akan meningkat dua kali lipat dalam periode 2005-2030,
  • penyakit diabetes tidak mengenal umur, anak berusia 12 tahun pun tidak terhindar dari risiko mengidap penyakit yang satu ini dan semakin hari usia pengidapnya semakin muda,

20161016_211443

  • diabetes merupakan penyebab kematian ketiga tertinggi di Indonesia, di mana persentasenya merupakan kedua yang tertinggi setelah Srilanka,
  • sekitar 8,5 juta orang Indonesia mengidap diabetes pada 2013 (ke-4 terbesar di Asia dan ke-7 terbesar di dunia), 10 juta orang dua tahun kemudian (masih menjadi negara dengan jumlah pengidap ke-7 terbesar di dunia), dan jumlahnya diperkirakan akan meningkat pada tahun 2020 menjadi 12 juta orang,
  • bukan hanya jumlah orangnya, prevalensinya juga meningkat menjadi 6,9 persen pada tahun 2013 dibandingkan dengan 5,7 persen pada tahun 2007,
  • ironisnya, dua per tiga dari mereka tidak tahu bahwa mereka mengidap diabetes sehingga tidak memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan,
  • dan pengidap diabetes tidak harus memiliki perut yang buncit. Orang berperut buncit belum tentu mengidap diabetes, tetapi risikonya untuk terkena penyakit ini tujuh kali lebih besar dibandingkan mereka yang tidak berperut buncit. Oleh karena itu, obesitas masih tetap menjadi faktor risiko terbesar yang terus meningkat berdasarkan Riskesdas pada tahun 2007 dan 2010.

20161016_211551

Tanda-tanda terkena diabetes
Jika Anda mengalami hal-hal berikut ini, ada baiknya Anda meningkatkan kewaspadaan karena Anda berisiko lebih besar terkena diabetes. Periksakan diri Anda ke dokter. Akan tetapi Anda jangan terlalu khawatir pula dan jangan mudah panik, karena itu semua belum tentu terjadi.
· Polyuria (sering buang air kecil)
· Polydipsia (sering haus)
· Polyphagia (sering lapar)
· Kehilangan berat badan
· Kelelahan
· Kehilangan perhatian dan konsentrasi
· Muntah dan nyeri lambung
· Penglihatan kabur
· Penyembuhan luka lambat
· Suka mengompol
· Kulit gatal-gatal

Diabetes mellitus dan diabetes insipidus
Dua jenis diabetes yang umumnya kita kenal adalah diabetes mellitus dan diabetes insipidus. Penderita diabetes mellitus (dikenal juga dengan penyakit kencing manis) mengalami kesulitan untuk memproduksi dan memanfaatkan insulin ketika penderita diabetes insipidus mengalami pembuangan air kemih yang berlebihan. Kedua jenis diabetes sama-sama berbahaya bagi kesehatan penderitanya.

Diabetes mellitus
Diabetes mellitus merupakan kelainan metabolik yang disebabkan oleh kekurangan insulin atau ketidakmampuan tubuh untuk memanfaatkan insulin. Indikatornya adalah mengalami hiperglikemia (kelebihan glukosa) kronis dan gangguan metabolisme zat gizi. Hal ini sangat buruk karena dapat merusak jaringan saraf dan pembuluh darah kita. Diabetes mellitus sendiri memiliki tiga tipe.
· Tipe pertama adalah diabetes mellitus yang disebabkan oleh kekurangan produksi insulin pada pankreas di mana sel beta milik pankreas mengalami kerusakan dan menyebabkan autoimunitas. Gejala diabetes tampak cukup baik di sini. Penderita dapat mengalami ketoasidosis diabetik, nyeri abdomen, bau aseton pada nafasnya, bernapas dalam, dan tingkat kesadarannya berkurang.

20161016_211455

· Tipe kedua adalah diabetes mellitus yang disebabkan oleh begitu resistennya insulin sehingga tubuh tidak dapat memanfaatkannya dengan efektif. Penderita lambat merasakan gejalanya bahkan mungkin tidak sama sekali. Faktor yang banyak berperan dalah obesitas dan penurunan faktor genetik.
· Tipe ketiga adalah diabetes mellitus yang hanya terjadi selama kehamilan (gestasi).

Diabetes mellitus bisa melahirkan beberapa penyakit dan sindrom, termasuk : Alzheimer, down syndrome, penyakit Huntington, penyakit Parkinson, demensia, hipotiroidisme, hipertiroidisme, dan hipogonadisme.

Diabetes insipidus

20161016_211514
Diabetes insipidus merupakan kelainan yang disebabkan oleh abnormalnya hormon anti-diuretik di mana ini menyebabkan poliuria dan polidipsis. Diabetes insipidus sendiri dibagi lagi menjadi dua, yaitu DI sentral (paling sering dijumpai) yang disebabkan oleh defisiensi arginin pada hormon dan DI nefrogenis di mana ginjal kurang peka terhadap hormon. Jika mengalami buang air kecil yang berlebihan dan kemudian disuntikkan hormon antidiuretik, berhati-hatilah terhadap ciri-ciri di bawah ini :
· Pembuangan air kemih yang berlebihan berhenti,
· tekanan darah naik,
· dan denyut jantung kembali normal.

Itu berarti kemungkinan Anda mengalami diabetes insipidus semakin kuat. Untuk mengetahui jenisnya, Anda akan diberikan vasopresin sintetik. Jika kemudian jumlah urinnya menurun, Anda terkena DI sentral. Jika tidak, Anda terkena DI nefrogenis.

Komplikasi diabetes
Semua jenis diabetes berisiko mengalami komplikasi yang akan berkembang dalam jangka yang cukup panjang, sekitar sepuluh hingga dua puluh tahun. Penyakit yang mungkin timbul antara lain : glaukoma, retinopati diabetik, stroke, penyakit jantung koroner, ulcer, ginjal kronis, neuropati diabetik, disfungsi ereksi pada pria, dan percepatan penurunan kognitif.

Mencegah dan melawan diabetes
Diabetes adalah penyakit yang harus kita cegah dan kita lawan bersama, mengingat mencegah dan melawannya tentu lebih mudah jika dibandingkan dengan mengobati. Ketika abnormalnya pankreas dan ginjal tentu tidak dapat kita cegah, kita masih memiliki faktor-faktor risiko lainnya yang juga tidak dapat kita tolak.
· Usia tua (45 tahun ke atas)
· Tekanan darah tinggi (melebihi 140/90)
· Riwayat keluarga yang mengalami diabetes, khususnya orang tua kandung
· Riwayat diabetes mellitus pada kehamilan
· Riwayat kehamilan dengan berat badan bayi lebih dari 4 kg (4000 gram)

Kita hanya bisa mencegah diabetes melalui gaya hidup kita sehingga kita tidak mengalami obesitas, berat badan tidak berlebih dan perut tidak buncit. Berikut hal-hal yang bisa kita lakukan.
· Menghindari rokok dan konsumsi alkohol.
· Berolahraga secara teratur, minimal tiga kali dalam seminggu dan dua puluh menit per latihan.

20161016_211431
· Pola makan ideal dengan konsumsi buah dan sayur (jeruk dengan hesperidin dan anggur dengan naringin baik untuk mencegah dan mengobati diabetes), di mana makanan dipilih dengan indeks glikemik rendah dan porsi ideal.

20161016_211538
· Beristirahat dengan cukup paling tidak delapan jam sehari. Riset ilmuwan University of Chicago menyatakan bahwa kurang tidur selama tiga hari akan meningkatkan nafsu makan dan menurunkan kemampuan tubuh untuk mengelola glukosa.
· Memenuhi kebutuhan vitamin D melalui asupan makanan dan berjemur di pagi hari.

Meskipun demikian, jangan terlalu banyak memercayai mitos-mitos mengenai diabetes yang beredar di pasaran dan tetaplah utamakan kebahagiaan hidup.
· Terlalu banyak konsumsi gula mengakibatkan diabetes. Mengonsumsi gula dalam jumlah ideal memang lebih baik, tetapi tidak berarti konsumsi gula yang berlebihan pasti mengakibatkan diabetes selama tubuh bisa mengolahnya menjadi energi.
· Terlalu banyak aturan dalam diet untuk mencegah diabetes. Intinya, pilihlah makanan yang sehat dan sesuai aktivitas individu agar kadar gula darah tak berlebih.
· Karbohidrat buruk untuk pengidap diabetes dan protein lebih baik. Karbohidrat justru baik, sedangkan makan protein terlalu banyak berakibat buruk terlebih makanan dengan protein biasanya mengandung lemak jenuh cukup tinggi. Hanya saja, jumlah konsumsi keduanya tetap perlu diawasi.
· Untuk tidak terkena diabetes, jangan mengonsumsi makanan manis. Ini salah, bahkan mereka yang sudah terkena diabetes pun masih boleh mengonsumsi makanan manis. Hanya saja, kadar konsumsi gulanya yang harus diperhatikan. Berapa banyak kalori yang akan Anda konsumsi dan berapa kadar kalori dalam setiap massa jenis pemanis yang Anda akan gunakan harus Anda perhatikan dengan baik. Pemanis alami maupun pemanis buatan boleh Anda konsumsi, hanya saja gula aren dan gula jawa dikatakan lebih baik.

Mengobati diabetes dan komplikasinya
Diabetes mellitus tipe 1 yang disebabkan oleh kurangnya kemampuan pulau Langerhans pada pankreas untuk memproduksi insulin dan diabetes insipidus sampai saat ini belum bisa diobati hingga sembuh. Para dokter hanya bisa menjaga kadar gula darah pasiennya agar penyakit yang diderita tidak semakin parah dan menjalar ke berbagai komplikasi. Penderita diabetes mellitus tipe 1 disuntikkan hormon insulin ketika penderita diabetes insipidus disuntikkan ADH. Olahraga dan pola makan sehat tidak akan membuat mereka benar-benar sembuh, hanya saja itu cukup membantu untuk menjaga kadar gula darah. Untuk mereka yang mengidap diabetes mellitus tipe 2 karena obesitas, mereka masih memiliki peluang untuk sembuh dengan memperbaiki gaya hidup, yaitu melakukan diet diabetes dan olahraga teratur. Kerap dikatakan bahwa beras hitam, beras merah, mengkudu, buncis, ginseng, pare, kayu manis, kulit manggis, dan daun sirsak mampu membantu menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes mellitus tipe 2. Penderita diabetes mellitus tipe 2 umumnya juga diberikan obat oral oleh dokter yang menanganinya, misalnya saja Glucopac.

Apa kabar dengan komplikasinya? Sembari kita menjaga kadar gula darahnya, kita menangani komplikasinya sebagai penyakit tersendiri. Misalnya, ketika ginjal rusak, dilakukan hemodialisis. Ketika terjadi glaukoma diabetik, dokter mata akan menyuntikkan obat secara teratur untuk mencegah kerusakan mata yang semakin parah.

Satu hal yang perlu Anda tahu, pengobatan diabetes tidaklah sebentar dan tidaklah murah, belum lagi apabila sudah menjalar menjadi komplikasi. Untuk mencegah hal yang tidak diinginkan dan menjaga kelancaran proses pengobatan, ketika Anda masih sehat berpartisipasilah dalam program asuransi kesehatan. Dengan biaya yang terjangkau, Anda sudah memproteksi diri Anda dan mendapatkan ketenangan dari risiko mahalnya pengobatan penyakit diabetes.

Sumber : Prosteo Low GI, Wikipedia, Liputan6, KlikDokter, WebMD

Satu respons untuk “Bersama Kita Pahami, Cegah, Obati, dan Lawan Diabetes

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.